Social Icons

Pages

Minggu, 16 Juni 2013

Macrobranchium White Tail Disease (Penyakit Ekor Putih Pada Udang Galah)



Posted by ReTRo
Macrobranchium White Tail Disease (Penyakit Ekor Putih Pada Udang Galah)



Penyebab : Macrobrachium rosenbergii nodavirus (MrNV) dan extra small virus (XSV)



Bio – Ekologi Patogen :

• Inang penyakit sangat species spesifik yaitu udang galah (Macrobrachium rosenbergii)

• Keganasan: tinggi, dalam tempo 2-3 hari mematikan 100% populasi di perbenihan.

• Melalui infeksi buatan pada PL, gejala klinis dan mortalitas yang terjadi sama dengan infeksi alamiah; sedangkan pada udang dewasa, bagian sepalotorak lembek diikuti munculnya struktur dua kantung yang menggembung berisi cairan di kanan-kiri hepatopancreas.

• Gejala klinis yang sama, menyerupai branchiostegite blister disease (BBD) yang diikuti dengan kematian dilaporkan terjadi pada kolam pembesaran udang galah.

• Distribusi: India dan Asia Tenggara (Thailand).



Gejala Klinis

• Lemah, anorexia dan memutih pada otot abdominal pada PL.

• Kondisi tersebut secara bertahap meluas ke dua sisi sehingga mengakibatkan degenerasi telson dan uropod.

• Warna keputihan pada ekor merupakan gejala klinis yang definitif, sehingga disebut penyakit ekor putih.

• Warna kehitaman (melanisasi) akan mengembang ke 2 sisi (anterior & posterior) dan menunjukkan degenerasi dari telson dan uropod



Diagnosa :

• Polymerase Chain Reaction (PCR)

• In situ hybridization



Pengendalian



• Tindakan karantina terhadap calon induk dan larva udang galah yang baru

• Hanya menggunakan induk dan benih yang bebas MrNV dan XSV.

• Menjaga status kesehatan udang agar selalu prima melalui pemberian pakan yang tepat jumlah dan mute

• Menjaga kualitas lingkungan budidaya agar tidak menimbulkan stress bagi udang



sumber : Kementerian Kelautan dan Perikanan Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya Direktorat Kesehatan Ikan dan Lingkungan, 2010   

1 komentar:

 

Sample text

Sample Text

Sample Text

 
Blogger Templates